TAHUN 2012 DENGAN SEMANGAT BARU

TAHUN 2012 DENGAN SEMANGAT BARU

Minggu, 01 Januari 2012

KALEIDESKOP 2011



Buang Nyawa di Jalan Raya

Sepanjang tahun 2011 ini sederet kecelakaan di sejumlah daerah di Tanah Air  merenggut nyawa para pengguna jalan.

31 Desember 2011
SELAIN kembang api, pergantian tahun baru selalu ditandai maraknya kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Buktinya, enam orang diketahui tewas akibat kecelakaan lalu-lintas pada malam pergantian tahun 2011. Selanjutnya, sepanjang tahun 2011 ini sederet kecelakaan di sejumlah daerah di Tanah Air juga merenggut nyawa para pengguna jalan.

Misalnya di Bundaran Hotel Indonesia yang tak hanya jadi tempat favorit untuk merayakan pergantian tahun, tapi juga ajang akrobat para pengendara mobil yang ugal-ugalan. Sejak awal tahun 2011 saja, sedikitnya tercatat ada tiga mobil yang melayang dan masuk ke kolam air mancur HI.

JANUARI 2011
8 Januari 2011
Sedan Porsche Boxter bernomor polisi B 8707 OM Mobil seharga lebih dari Rp1 miliar itu ,tercebur ke dalam kolam Bundarah HI dini hari,

22 Januari 2011
Toyota Kijang Innova tercebur kolam Bundarah HI . Empat bulan kemudian 

Rabu 18 Mei 2011
sebuah mobil Toyota Avanza B 8923 GH, juga masuk ke kolam, dini hari, . Korban terakhir adalah Toyota Corolla dengan nomor polisi B 33 BYY, yang juga nyemplung ke dalam kolam pada dini hari.

PEBRUARI 2011
Tragedi Cipularang  (
Tol Purbaleunyi atau lebih sering disebut orang dengan Tol Cipularang)

21 Februari, 
tiga orang tewas dan enam lainnya luka berat, setelah tiga kendaraan yang mereka tumpangi terlibat tabrakan beruntun di Jalan Tol Cipularang Km 100 Jalur B (dari Bandung arah Jakarta), tepatnya di Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Semua korban merupakan penumpang mobil travel X Trans jurusan Bandung-Jakarta.

Berjarak tiga bulan, empat orang tewas dan satu luka berat setelah sebuah mobil minibus Avanza bernomor polisi E 1547 AJ menyeruduk truk tronton bernopol B 9082 DB di Jalan Tol Cipularang Km 104+200 dari arah Bandung menuju Jakarta. Lokasi kecelakaan berada di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Semua korban tewas mengalami luka cukup parah.

Kabar paling menggemparkan adalah ketika istri penyanyi Saipul Jamil tewas dalam perjalanan dari Bandung menuju Jakarta. Kala itu, mobil Toyoa Avanza dengan nomor polisi B 1811 UPU yang dikemudikan artis Saipul Jamil mengalami kecelakaan di KM 19 Tol Cipularang.

Satu peristiwa terjadi pada masa mudik Lebaran. Mobil Travel Citra Executive Findo bernomor polisi B 2013 YX yang mengalami kecelakaan di KM 93.100 Tol Purwakarta-Cileunyi (Purbaleunyi), Jawa Barat, yang kala itu mengangkut pemudik yang pulang dari Kebumen, Jawa Tengah, menuju Jakarta.

Peristiwa lainnya yang dicatat oleh kepolisian adalah mobil Toyota Land Cruiser Prado bernopol B 1445 GP yang ditumpangi orang yang mengaku keluarga anggota DPR, menyeruduk bagian pelakang truk Fuso di ruas Tol Cipularang Km 100+300 B, pada 24 September. Dua orang kritis akibat kecelakaan ini.

Kepala Humas Jasa Marga Purbaleunyi, Iwan Mulyawan, mengatakan akan melakukan evaluasi terhadap ruas jalan Tol Purbaleunyi. "Mungkin kita akan lakukan evaluasi khususnya, apakah perlu dipasang rambu lainnya agar masyarakat bisa semakin waspada," katanya.

Menurut Iwan, ruas jalan itu cukup baik untuk dilalui kendaraan, hanya saja memang kontur jalan yang terdapat tanjakan dan belokan sehingga pengguna jalan memang harus lebih berhati-hati.

Trans Jakarta Kanibal Jalanan

Kkecelakaan yang melibatkan Bus Trans Jakarta atau yang terjadi di jalurnya pun terus terjadi. Beberapa kejadian yang masuk dalam catatan kepolisian antara lain pada 23 Mei, seorang pengendara sepeda motor harus meregang nyawa setelah ditabrak Bus TransJakarta di depan Pengadilan Negeri Jakarta Barat. 

Motor bernopol B 5939 DH tersebut memotong jalur busway Koridor VIII jurusan Harmoni-Lebak Bulus. Saat itu, bus dengan nopol B 7001 IV melintas.

Pada 6 Oktober, seorang pengendara motor bernopol B 6380 SAH yang tengah melintas di Layang Permata Hijau (arah Pondok Indah), tewas setelah masuk ke kolong Bus Trans Jakarta bernopol B 7266 IV dan sempat terseret bus.

Selang beberapa hari, 9 Oktober, Bus TransJakarta kembali makan korban. Seorang pejalan kaki tewas setelah tertabrak Bus TransJakarta di Jalan Pintu Besar Selatan, Mangga Besar, Jakarta Barat.

Seorang kakek tewas tertabrak sepeda motor di jalur Bus Trans Jakarta, 24 Oktober lalu. Kakek yang diketahui bernama Sutarto (78) warga Jalan Kebon Jeruk RT 06/08 Mahpar, Taman Sari, hendak menyeberang dari arah Jalan Gajah Mada menuju Jalan Hayam Wuruk di perempatan Olimo. Namun, satu unit sepeda motor  melaju dengan kencang di busway dan menabrak korban.

Bule Juga Ugal-ugalan di Tol


Kecelakaan lalu lintas yang juga sempat jadi berita heboh adalah ketika Dedkovskly Ilya, Staff Administrasi Kedutaan Besar Rusia dikabarkan menabrak menabrak empat pekerja tol di ruas Tol Cikampek arah Cawang, Senin 30 Mei 2011. Saat itu, tiba-tiba para pekerja ditabrak mobil Toyota Altis dengan nomor polisi CD 3769 yang dikemudikan Dedkovskly Ilya. Ilya diduga mengemudi dalam keadaan mabuk. Polisi sempat menangani kecelakaan itu, namun akhirnya ilya dideportasi ke negaranya pada 6 Desember lalu.

Polda Metro Jaya mencatat sekira seribu orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat kecelakaan. Setiap hari, Polda Metro Jaya mendapat laporan tiga hingga empat korban meninggal dunia akibat kecelakaan.

Data Polda Metro Jaya menunjukkan angka kecelakaan selalu meningkat setiap tahunnya.
 Pada 2005, korban meninggal akibat kecelakaan di Ibu kota mencapai 1.118 jiwa, 
pada 2006 korban tewas bertambah menjadi sekira 1.128 jiwa, 
pada 2007 ada penurunan sekira 999 jiwa tewas.
Pada 2008 kembali meningkat, 1.169 jiwa tewas 
pada 2009 angka kematian dalam kecelakaan mencapai 1.071. 
Pada 2010 ada 7.487 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia 1.005 jiwa.

Khusus di Jakarta, Polda Metro Jaya (PMJ) membeberkan data kecelakaan lalu lintas per dua pekan selama Ramadan 1432 Hijriah. Ada 38 kasus kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Dari data tersebut, ada 136 orang yang mengalami luka berat dari kecelakaan lalu lintas per dua pekan ini atau turun 33 persen dari 136 kasus pada tahun lalu. Sedangkan yang mengalami luka ringan untuk tahun ini mencapai 208 kasus atau turun 12 persen.

Angka kematian akibat kecelakaan dalam berlalu lintas di Ibu Kota menunjukkan jumlah yang memprihatinkan. Polda Metro Jaya mencatat pada awal 2011 hingga Oktober, ada sekira 844 pengguna jalan tewas sia-sia di jalanan.
Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab bahkan mengatakan tingginya angka kematian karena kecelakaan lalu lintas pada Januari hingga Oktober 2011, mengalahkan jumlah korban perang.

Data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menunjukkan kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas pada Januari hingga November 2011 mencapai Rp13 miliar.

Berbagai peristiwa di daerah

Di Wonosobo, sebuah truk pengangkut beras menabrak kerumunan orang dan Pospol yang berada di Pasar Kertek yang berada di Jalan Magelang-Wonosobo. Tiga orang tewas dan 30 lainnya luka-luka.

Kecelakaan maut juga terjadi di Jalan  Arjawinangun, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Ban mobil Elf yang berpenumpang 14 orang tiba-tiba meletus, dan membentur pembatas jalan sehingga masuk ke jalur berlawanan. Delapan orang tewas dan enam lainnya luka.

Truk trailer pengangkut bahan kimia menabrak pasar kaget di depan Terminal Angkot Kota Brebes Jawa Tengah, pada 25 Maret. Akibatnya lima orang meninggal dunia dan sembilan luka parah.

14 Juni 2011, kecelakaan beruntun melibatkan mobil travel dengan mobil boks dan sepeda motor, di Jalan Lintas Pekanbaru-Pelalawan. Dalam insiden ini, tujuh orang tewas.

Di Solo, 16 Juni 2011, kecelakaan maut terjadi di Jalan Adi Sucipto, Laweyan, Solo, Jawa Tengah. Lima orang tewas dan satu lainnya mengalami luka parah akibat tabrakan beruntun.

Pertengahan tahun ini, enam orang juga tewas di jalan raya, korban dari kecelakaan maut di Jalan Mojolegi, Kecamatan Toroh, Grobogan, Jawa Tengah. Sebuah truk tronton menabrak sebuah mobil pikap dan sebuah truk pengangkut semen curah. Truk kemudian terguling ke kanan dan menimpa sekumpulan orang yang sedang menonton pertunjukan ketoprak di acara pernikahan.

Selain menimpa penonton truk juga merusak sekira delapan sepeda motor dan rumah. 17 orang tewas dan 10 lainnya menderita luka. Setelah itu, sembilan orang tewas dan puluhan lainnya luka berat akibat kecalakaan di jalan menuju lokasi wisata Coban Dlundung di Desa Ketapan Rame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Kecelakaan diduga disebkan truk pengangkut rombongan 60 pemuda itu mengalami kerusakan rem. Kecelakaan terjadi tepat di jalan menanjak menuju lokasi wisata.
Akhir pekan di pertengahan Desember, kecelakaan maut terjadi di jalur Pantura, Indramayu, Jawa Barat. Bus Sinar Jaya (Jakarta-Wonosobo) bernomor polisi B 7166 TGA melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jakarta menuju Cirebon. Bus tiba-tiba oleng ke arah kanan dan melompati median jalan hingga masuk jalur lain. Di arah berlawanan muncul Avanza F 1884 HD yang dikendarai Darman (34), hingga terjadi benturan keras. Delapan orang tewas.

Seperti biasa, selama Ramadan, kecelakaan juga masih jadi bagian yang sulit terpisahkan. Misalnya saja, 10 orang meninggal di jalan raya akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah Sumatera Barat. Jumlah tersebut dihitung sejak tanggal 23-30 Agutus oleh Traffic Management Center Dirlantas Polda Sumbar.
(ahm)

Tidak ada komentar: